Minggu, 13 September 2015

siapa itu Nurani?

Sering ngobrol sama orang lain?
Sesering apa dirimu berkonsultasi dengan orang tua, sahabat atau teman2mu?
Tetapi pernahkan dirimu bertanya jawab dengan hati nurani mu?
Dahulu sering aku bertanya, bagaimana bisa kita mendengarkan hati nurani?
Seperti apa kata hati nurani?

Cobalah, pejamkan matamu, rilekskan tubuhmu, tanyakan sesuatu hal yang bingung kau lakukan bersamaan dengan menghirup napas.
Jawab langsung saat kamu menghembuskan napas..
Dialah sang hati nurani yang berbicara..
Aku sebut hal ini sebagai langkah mengevaluasi diri,
Untuk menjadi orang yang lebih baik..berusaha menjadi lebih baik.. lebih baik, dan lebih baik

Ya.. rata-rata pertanyaan yang sering kuajukan adalah
1. Apakah aku sudah berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Yang Maha Kuasa?
tetrkadang jawaban meluas menjadi bermacam-macam,seperti kalo aku ni ... aku berdoa bersungguh-sungguh sampai berlinang air mata jika aku sedang dalam keadaan terhimpit dan sedang dalam kesulitan, disaat itu aku benar-benar bersimpuh dan merasa dekat dengan Tuhan. Namun jika tidak,doa setelah beribadah tak sekhusyuk jika aku sedang dilanda kesulitan,dan blablabla..
2. Apakah aku benar-benar telah berbakti dan membuat bahagia kedua orang tuaku?
3. Apakah aku selalu mendengar hati nurani sebelum bertindak?
4. Apakah aku telah memaafkan orang-orang yang sudah menyakitiku? jika belum siapa sajakah mereka? Mengapa aku belum memaaafkannya?
Terkadang hati nurani akan terus berbicara, seolah hati nurani adalah sosok orang yang sangaaatt bijak.
5. Dan lain-lain (pertanyaan lainbisa kamu tambahkan sendiri)

Andai kau tahu teman, hati nurani itu tak pernah salah. Dia selalu baik. Apapun pertanyaan yang ingin kau tanyakan, akan terus dijawab dengan benar.
Tidak untuk pertanyaan soal2 ujian ya sob, hhihi... Kalo itu sih kembali lagi ke diri kita, bagaimana kita harus belajar, dan terus belajar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar