Senin, 10 Maret 2014

nenek kenapa tertawa?

aku tinggal di kota pelajar yang tak jauh beberapa meter dari kota. hanya beberapa meter saja dari jalan raya yang merupakan jalan utama ramai lalu lalang kendaraan keluar masuk kota ini. Aku mempunyai seorang tetangga yang sudah bertahun-tahun ini selalu tak merespon senyuman termanisku (halah, padahal juga nggak ngemil gula pasir).

Wanita dewasa yang beranjak semakin tua, berkerudung hanya menatapku dengan matanya yang menyelidik (mungkin dipikir aku ingin mencuri hatinya: aigoo~). Hingga suatu hari semuanya berubah, bisa dikatakan ia mulai merespon sapaanku (kemajuan pesat nih!). Bahkan tepatnya hari ini, ketika pagi hari aku berangkat ke kampus naik bus kota. seperti biasa, aku menyapanya..dan..dia menghampiriku sambil membawa sapu lidinya..Oh Tuhan..jangan berpikir macam2 yaahh..
(N for nenek, M for me)
N : mbak, sampeyan ini kuliah dimana?
M : kuliah di UGM bu, (sambil senyum manis)
N : ambil berapa tingkat?
M : (sejenak aku berfikir, berapa tingkat? berapa strata kalik ya?), ambil S-1 bu
N : Lah ini udah sampe berapa?
M : (lagi-lagi mikir, mungkin maksudnya berapa semester kalik ya?), semester 8 bu# sambil nyengir.
N : hah?? 8 tahun??! kalo insinyur itu 7 tahun ya?
M : (WHAT??!! 8 tahun gue udah di DO dong bu!!), oh..maksud saya 4 tahun bu, ehmm iya, insinyur itu 7 tahun udah sama S-1
N : Trus, ini kurang berapa lama lagi biar wisuda?
M : (GLEEKKK!!! Mati!!) sebentar lagi. yaa 1 tahun bu
#sambil nelen ludah yang mungkin volumenya 1 ember, buu... ini nohok banget. Jangan bikin aku jadi galau lagi, aku udah berusaha pengen lulus agustus 2014 ini...
N : ohh, lhah sampeyan niki ambil kuliah apa?
M : pertanian bu, hehe..
N : HAHH? TANI THOO???EHEHEHEHEHEHEHE...WUAHAHHAHAHA
(#aduh aku lebay nggak sih nulis ketawanya?berasa tertawanya itu emang nggak berhenti2, dan ini dijadikan sebuah hal yang teramat lucu baginya)
tapi jujur, aku merasa sedang ditertawakan. Tapi inti permasalahannya adalah, mengapa ibu yang menjelang jadi nenek itu tertawa? tertawa karena apa? tertawa bahagia? tertawa mengejek?
sambil ngelus2 dada, sabar mon, positive thinking doong..mungkin bisa jadi ibunya itu senang, karena akhirnya ada tetangganya yang ternyata kelak jadi sarjana pertanian. Lalu, bahan makanan yang nanti dimasak akan berproduksi melimpah di Indonesia. Lalu, tidak ada lagi yang namanya impor ke negri kita Indonesia..dan aku katakan pada diriku,
AKU BANGGA KELAK JADI SARJANA PERTANIAN DI NEGARA INDONESIA..HAHAHAHA!!

Minggu, 09 Maret 2014

Allah dan ciptaan-Nya


Dahulu aku bukanlah seorang yang penakut. Penakut dengan hal-hal gaib. Karena dulu cara berpikirku masih realistis. Tak percaya dengan hal-hal semacam itu. Apalagi sejak kecil, setiap hari aku rajin berangkat TPA hingga aku beranjak memasuki masa remaja. Sepemahamanku saat itu, hal-hal yang tak dapat dilihat dengan mata tak mungkin bisa menyentuh atau menyaktiku. Lagipula, kata pak guru dan bu guru, mereka takut dengan orang-orang yang beriman dan rajin mengaji. So, what?

Seiring berjalannya waktu, aku semakin mendalami agamaku. Agama Islam. Bahwa dalam Al-Qur’an pun hal gaib memang ada. Yah, aku sudah tahu itu. Lalu, mungkin aku juga pernah menonton film horor. Penampakan tak layak atau mengerikan pernah sekali dua kali aku lihat. Sejak saat itu, rasa takutku mulai muncul. Apalagi pak guru atau bu guru yang berkata bahwa orang yang beriman dan rajin mengaji tidak akan diganggu oleh mereka. Tetapi semuanya berbalik. Memang aku tak diganggu. Tetapi kenapa aku merasa terganggu dengan keadaannya?

Perasaan takutku mulai muncul. Bulu kudukku sering berdiri ketika aku berada di tempat-tempat yang bisa dikatakan horor alias angker. Fikiran manusia itu terkadang selalu ingin tahu. Sesuatu yang memang tak pantas untuk dilihat, kenapa ia justru ingin melihat? Meskipun ia tahu, pemandangan itu sungguh sangat tak nyaman. Perasaan cemas dan khawatir sering menghampiriku, “Apa ya itu? Aduh, aku takut. Jangan-jangan..”. yeay, terkadang begitu.

Seperti yang aku katakan sebelumnya, seseorang hidup di dunia ini adalah untuk terus mendalami dan memahami agamanya sebagai pegangan hidup. Beberapa kali aku pernah membaca, bahwa dalam ayat Al-Qur’an disebutkan bahwa kisah nabi Adam yang diturunkan dari surga ke bumi adalah dikarenakan bisikan jin. Ketika semua makhluk diperintahkan Allah SWT untuk tunduk kepada Adam, semuanya tunduk kecuali jin. Hingga suatu hari jin memohon untuk menggoda manusia selama ada di  bumi. Dalam hal ini aku mulai memahami, makhluk gaib yang selama ini kita takuti adalah perbuatan jin. Hantu itu adalah jin. Setan adalah sifatnya. Seringkali kita terbalik-balik.

Apa visi misi mereka? Tentu saja untuk menggoyahkan pendirian manusia. Kenapa mesti kita takut pada hantu/ jin? Sedangkan ia hanya terbuat dari api, yang kelak di hari akhir nanti ia akan ditempatkan di neraka.

Sejak itu, perasaan takutku mulai memudar. Meski terkadang hal itu sering muncul. Contohnya saja, kemarin, saat aku pulang dari Jember untuk PKL. Rumah aku tinggal selama 1 bulan. Belum lagi terguyur oleh abu vulkanik dari gunung kelud yang meletus pada tanggal 10 Februari 2014 , tentu saja sangat kotor dan berdebu. Konon katanya rumah yang ditinggal lama lebih dari 3 hari akan ditempati hantu. Horor bukan? Dan saat aku datang, hawa tak enak sering kurasakan.

Ceklek.. saat itu pintu aku buka, dan salam aku ucapkan meski tak ada orang di dalam rumah. Tentu saja malaikat maupun penunggu rumah akan menyahutnya. Entah itu benar atau tidak. Satu hal lagi, suatu kebiasaan bagiku, mungkin terdengar sedikit gila dan konyol. Setiap aku akan pergi dari rumah untuk jangka waktu lebih dari 3 hari, sering aku berbicara pada diri sendiri atau berbisik sebelum menutup pintu untuk pergi. “Aku pergi dulu ya, aku nitip rumah, tolong dijaga baik-baik, Assalamu’alaikum”. Begitu aku ucapkan. Karena aku percaya, makhluk apapun yang ada di rumahku, baik ataupun buruk dia akan menjaganya.

Hawa tak enak, karena tak adanya bau manusia(red:begitu mereka katakan), kuusir dengan menyetel mp3 surat Al-Baqarah. Pernah aku membaca, bahwa rumah mereka hampir setiap hari rumahnya berisik, dikarenakan suara-suara “tak jelas” dan merekapun dianjurkan untuk rumahnya dibacakan surat Al-Baqarah hampir setiap hari, maka penghuni yang lain akan berubah jadi baik. Aku kembali lagi pada prinsipku, di dunia ini aku hanya sementara. Tak perlu ada yang kutakutkan selain penciptaku. Selama aku selalu beribadah dan percaya pada Allah, insya Allah aku selalu dalam lindungan-Nya.

Di dunia ini manusia diciptakan sementara saja. Andai kau tahu, suatu hari nanti, bahwa waktu di dunia itu benar-benar singkat. Waktu yang singkat, mungkin seringkali kita remehkan. Kita tak tahu kapan ajal akan menjemput. Sedangkan perasaan iri hati dan dengki sering tak kita sadari ada dalam diri kita. Sikap kita yang seringkali mengeluh dan lupa bersyukur atau bahkan menuntut ini dan itu sering pula terjadi.



Contohnya saja, beberapa kali aku terlupa dengan keadaanku. Perasaan iri dan menuntut kepada sang Pencipta terkadang aku ucapkan. Yeay, i got an illness: something trouble with my head. I said, why i can’t to be like them? Dan seseorang berkata padaku, apakah bahagia harus seperti mereka? Jika iya, maka kubilang SALAH BESAR! Kenapa? Karena bahagia yang sesungguhnya adalah Allah ridho dengan apa yg kamu lakukan, kenapa lagi-lagi harus menghujat qadha Allah?

Perlahan aku menyadari, sesuatu yang diberikan Allah kepadaku adalah tanda kebesaran-Nya. Yah, semua hanya masalah sudut pandang. Allah memberikan ini semua kepadaku mungkin agar aku selalu ingat kepada –Nya. Agar aku jga selalu bersyukur kepada-Nya, sebagai penggugur dosa..

Pernah kukatakan pada seseorang, “Maaf ya, aku jadi merepotkanmu”.

“Sudahlah! Ini semua kita juga tak pernah meminta, tak ada seorang pun yang meminta kepada Allah agar diturunkan sebuah penyakit kepadanya.”

Sejenak aku tertegun, yaa.. memang tak ada yang pernah meminta ini semua. Bahkan rejeki sekalipun sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Ingat kisah nabi Ayub a.s? beliau juga sakit keras, semua orang menjauhinya, tidak terkecuali istri tercintanya. Tetapi beliau tetap sabar dan ikhlas, hingga suatu kali untuk menghibur dirinya, ketika ia mendapati uret-uret yang menyerang tubuhnya berjatuhan, kemudian ia mengambilnya lagi dan menaruh kembali pada tubuhnya. Sambil berkata “ Ini jatah makanmu”.

Bukankah ia bisa membuang uret itu? Ya, bisa. Bukankah ia bisa mengutuk Allah atas musibahnya ini? Ya, bisa. Namun ia tidak takut ketika semua orang menjauh, yang ia tahu hanyalah penyakit itu datngnya dari Allah dan Allah pula yang mengangkatnya jika Dia berkenan. Jadi dalam hal ini, seorang manusia pilihan Allah pun adalah makhluk ciptaan Allah yang harus selalu tunduk kepada Penciptanya. Karena tak ada daya untuk mengubahnya, hanya usaha dan doa yang terus kita lakukan. Sekali lagi kita akan kembali mengingat, bahwa di dunia ini kita hanya sejenak, dan semuanya dari Allah semata. Apapun yang diberikan Allah kepada kita, harus kita syukuri. Tetaplah tersenyum meskipun kita harus menangis dalam senyuman.


Tak ada yang lebih indah selain rasa syukur dan ikhlas atas apa yang Allah berikan kepada kita. Sesulit apapun keadaan kita, akan terasa lebih mudah dan mera lebih bahagia..

Ingat, syukur adalah KATA KERJA, bukan KATA SIFAT!!!

Minggu, 16 Februari 2014

JEMBER-LUMAJANG

14 Februari 2014
05.23 am
"Monik, gimana di jember? kena hujan abu/gempa nggak?"
05.59 am
"mon, gimana kabar disana? kamu baik-baik aja?"
06.03am
"mbah, kondisi daerah timur apa kabar?"

ini pada sms apaan sih? hujan abu apaan? gempa apaan? sms bertubi dan lain-lain msuk ke inbox buat nanyain kabar di jember. beberapa menit masih bingung, sedangkan aku udah siap pakai baju senam yang bentar lagi jam setengah 8 bakalan mulai. senam aerobik yang diadakan kantor puslitkoka setiap hari jumat.
baru tahu info kalo gunung kelud yang meletus. katanya sih suara gemuruh sampe kdengeran jogja, solo.
jember? baik2 aja. cerah benderang, segar.

mendadak khawatir juga sama keadaan di jogja. apa kabar keluargaku, apa kabar tanaman cabaiku yg baru aja perdana ngehasilin cabainya waktu kutinggal pergi ke jember. apa kabar mawarku yang tiap hari menguncup? apa kabar bunga2 kecubungku yg bergantungan di atas. huah.. rasanya pengen pulang ke Jogja.. belum lagi ditambah temen2 yg crita kalo abu sampai setebal 30 cm (lebay bgt nggak sih?). atau ditambah temen2 yg crita nyapu tiap 5 menit sekali aja nggak bersih2. apa jadinya rumahku. trus belum lagi ditambah liet foto2 yg di upload temen2.. ngeri juga lietnya,
Ngeliet fotonya sempet mikir, ini hujan abu atau di jogja turun salju ya? berasa keren aja kalo turun salju di jogja..hahaha
Ya Alloh, berikan hujan yang deras di daerah jogja sana.. entah apa kabar hari ini disana.

17 februari 2014
tanggal 14 feb sore sengaja pergi ke lumajang sendirian. karena salah satu teman kampusku nikah. dari tempat kos dianterin sama temenku, sama pacarnya. bonceng tiga pake motor beat. udah deh, nggak tau gimana sempit2nya sampe perempatan mangli, dilanjut naik "lyn" (semacam angkot, orang jember bilang lyn, tapi aku sendiri masih bingung. darimana asal kata itu didapatkan. yang ada di jogja itu tetep aja namanya angkot!), menuju terminal tawang alun. jujur aja, aku baru pertama kali jalan sendirian di daerah jawa timur. ngikut ajalah..intinya pergi ke arah lumajang.
2 jam berikutnya baru sampai terminal wonorejo. buset ini lama bener! ternyata lewat jalan selatan, lwat kencong segala. entah mana itu.

Belum selesai perjalananku, masih naik becak sampai lokasi akad nikah temen. becaknya aneh! aku justru nggak ngira itu adalah sebuah becak. so simple!
sampai rumah mempelai, aku pikir bakalan ada temnenku. ternyata nggak! akhirnya esok hari temen2ku dari jogja pada datang. senengnya bukan main. gimana nggak. rasanya itu udah kayak keluarga sendiri.
hari H tanggal 16 feb, segala macam prosesi dan adat dilakukan. dan baru kelar jam 8 malam!

pikiranku masih kacau lagi. gimana cara aku balik ke jember? ngikut temen2 yg pada naek mobil sewa travel ke terminal, dilanjut naik bus ke jember. trus naek ojek sampe jenggawah!
aku ditolak! nggak ada yang ngebolehin pulang malem2 begini. alesannya aku yg cewek lah! itu bukan wilayahku lah! besok pagi subuh aja! aku boleh numpang tapi diangkut sampai jogja!
matilah aku! jadi keinget lagi...rasanya pengen pulaaaaaaaaaannngggg!!!
disisi lain besok senin pada raker, 3 hari ke depan pula. tapi hari selasa harus pengamatan di kebun. bisa kacau penelitian nya ntar..

akhirnya tetep stay di lumajang. dan disuruh pindah kamar. kamar yg lebih dekat dengan rumah keluarganya temenku. kamarnya mas nya.. pertama kali masuk.
aku hampir nggak bisa nafas. nggak kuat.
banyak gantungan baju dimana2, sumpek, dan..
lalu..kusemprot parfum ke semua sudut kamar. tapi..semua tak bertahan lama..
pintu dibuka lebar tetap saja angin segar belum menggantikan..

nikmat Tuhan pun datang, kamar yg lebih nyaman malam itu kutempati.
pagi, jam 5 baru bangun. sengaja telat berangkat kantor.
dari lumajang jam setengah 6, diantar ke terminal wonorejo, turun tawang alun naek ojek ke lokasi kos. "berapa pak ojek? jenggawah ke arah puslitkoka?
"50 ribu",ucap supir ojek.
"Haahhh???",ucapku sambil teriak.#jadinyadaragaklebay
Dipikir aku ini macam orang kaya(amin ya Alloh)? dipikir aku ini turis? Nggak tanggung2 ini bapak minta harga segitu, kenapa nggak sekalian minta harga 100 ribu? mending juga gue ngesot pak.. #nggak ding, nggak mungkin
"25 ribu ya pak"
"ya udah 30 ribu"
malas aku berdebat sama orang, itung2 sedekah. udah capek, udah jam 7 juga (dipikir masuk kantor jam berapa gitu).
Berangkat dari kos jam 8, ckckck... untung aja nggak ada cap jempol trus mesinnya bilang "thank you", dan gajiku dipotong sekian persen..

Belum sampai di akhir, motor matic temen yg sengaja ditinggal di kos aku panasin. ada perasaan "beli bensin nggak ya? ahh masih cukup", tepat di dekat kebun renteng kecepatan motor dari 50km/jam tiba2 makin turun..dan..
det..det...det....

Ya Alloh jangan mati dulu, bentar lagi sampai..rasanya udah mau nangis.. karna belum sarapan masa udah disuruh nuntun motor?

dan MATI!!!
pasrah, mau gimana lagi? tuntun lah tuh motor buat minggir..
clingak clinguk kayak orang ilang nyari orang jual bensin.

kondisi mendesak, kepepet, pikiran justru jadi cemerlang. ide2 bagus dateng aja nggak tanggung2. Pertolongan Tuhan lagi2 dateng, dan setiap 1 kesulitan ada 2 kemudahan!
10 meter dari situ ada perumahan yg juga kepunyaan ibu kos,kayak rumah dinas dari PTPN 12. Dua rumah sebelumnya juga ada yg jual bensin..
semangat '45 kembali membara..

tepat sampai kantor pukul 9. taruh tas, langsung pergi lagi. kemana? cari sarapan yg murah di tengah hutan. (bodo amatlah, yang penting perut keisi dulu).
cari sarapan di salah satu kantin di puslitkoka dg harga kantong mahasiswa, emm anak SD malah. seporsi piring lengkap dengan menunya harga 3 ribu! hedehh!! murah bener! kantin ini emang agak jauh dari kantor. 7 menitlah naek motor. dan baru aja dibuka.. sekitar desember lalu... CSR namanya (nggak tau kepanjangannya apaan)

seharian di kantor nggak ada kerjaan, untung ada wifi..huhuu.
setel aja musik kenceng. jujur aku nggak suka suara2 nggak jelas di lab! Bah!! nyebelin,
berharap hari segera berganti dan... jogja..aku pulang!!

Senin, 13 Januari 2014

bersedekah membuatmu kaya (2)

"ALL YOU CAN EAT. PAY AS YOU WISHES"
pernahkah kamu baca slogan itu di negara Indonesia. hahahaa... bakalan rugi tuh restaurant kalo berdiri di Indonesia.
percaya atau gak nih teman...
salah satu restaurant bernama "Der Wiener Deewan" di negara Austria, membangun restaurant pakistani food dengan slogan tersebut.
pemiliknya adalah seorang muslim, bernama Natalie. Yang datang berkunjung pun tak hanya orang-orang muslim. Tapi juga non-muslim. Tentunya makanan yang disajikan halal!

tak tanggung-tanggung, makanannya bukan ecek-ecek. tapi porsi-porsi besar berupa kari, gulai daging sapi dengan porsi-porsi besar.
Aku nggak bisa bayangin, kalau saja hal tersebut ada di negara kita Indonesia.
dan dari hal tersebut, darimana coba ada prinsip ekonomi? Who knows?

Semua berawal dari niatnya untuk bersedekah. Bersedekah yang membuatnya justru kaya. Uang terus mengalir, meskipun ia tidak mematok harga makanan yang disajikan. pelayanannyapun juga sangat memuaskan.
Ouside
Aku sungguh tercengang melihat hal semacam ini, tak lain karena kejujuran dan keikhlasan lah dijunjung tinggi oleh sang pemiliknya. terkadang tip mengalir lebih banyak, untuk sekedar menghargai betapa beraninya sang pemilik membangun restaurant ini. restoran pakistan ini benar-benar memutar balikkan konsep bisnis di dunia.
"Konsep ikhlas memberi dan menerima. Take and give. Natalie Deewan percaya bahwa sisi terindah dari manusia yang sesungguhnya adalah kedermawanan"

see?? sebuah restoran ini sudah berdiri sejak 2003!!
Subhanallah..

Minggu, 12 Januari 2014

Bersedekah membuatmu kaya (1)

"lek, aku oleh nunut ora?" (mas, aku boleh numpang nggak?)
"nengdi?"(kemana?)
"neng kono kae lho" (kesana itu lho), sambil melirikkan arah matanya ke lampu merah selanjutnya.

sang kernet pun mengiyakan kepada seorang bocah lelaki itu masuk ke dalam bus antar desanya. Seorang lelaki dengan tinggi 150cm, berkulit hitam, dengan rambut cepak, dan muka yang sangat tirus itu membuat siapa saja terus mengamatinya dari ujung sampai bawah. Bukan karena cara bicaranya, tetapi kulitnya yang begitu udik dan sangat kering, dan proporsi tbuhnya yang benar-benar seperti orang busung lapar.

ia yang masuk dan berjalan di depanku, membuatku menahan nafas ketika ia melewatku. sungguh tak sopan diriku melakukan hal itu. aku hanya tak ingin mencium baunya, karena dari pakaiannya saja sudah begitu kumal. pasti dia orangnya jarang mandi dan oenuh kuman.
Astagfirullah...

semua mata terus mengawasinya hingga ia mengambil tempat duduk paling belakang di bagian bus tersebut. dengan menyeruput es cendol yang ada di genggamannya, tak sedikitpun ia menampakkan wajah sedihnya.

sebungkus nasi lengkap dengan lauk tempe goreng, ikan tongkol dan cah sawi ada di genggamanku. otakku terus berfikir antara kebimbangan yang tak tentu. apakah sebungkus nasi ini kuberikan saja padanya? Ah, dia sudah bawa es cendol lengkap dengan tas kresek isi nasi sepertinya. Lagipula nasi ini kan akan kuberikan pada pengemis yang ada di pinggir jalan itu.

Bus pun berhenti di lampu merah, tepat diriku harus berganti jalur mwnuju kampusku.
jreeenng...
hemm...lagi-lagi seorang pengamen sudah ada di dalam bus kota yang aku tumpangi. tempat duduk sebelah kanan, nomer 5 dari depan menjadi tempat peristirahatanku untuk menikmati perjalanan 20 menit pagi ini sampai tempat tujuan.
angin pagi yang sudah penuh asap berhembus dari pintu belakang bus sebelah kiriku. seorang penumpang berpakaian warna coklat sempat mencuri perhatianku padanya. dengan seenaknya ia duduk di bagian pojok belakang bus tersebut. tak lain, dia adalah bocah lelaki yang sangat tirus tadi.

Lagi-lagi aku kembali bimbang, apakah nasi ini kuberikan saja padanya? tetapi bagaimana caranya? aku berusaha terus tak menggubris dirinya yang seolah tak membutuhkan rasa iba dari siapapun. sudah kuputuskan, aku tak ingin lagi memperhatikannya atau merasa kasihan padanya.
mungkin belum rejekinya.
seorang pengemis di pinggir jalan yang selalu kulihat di pagi hari suadh menanti belas kasih kepada siapapun orang yang lewat di depannya. dahulu aku berfikir, sungguh pengemis=pengemis itu apakah tak ada pekerjaan lain selain meminta-minta dan menunggu belas kasih dari orang-orang? aku pun begitu keras untuk tak sedikitpun memperhatikannya, apalagi memberinya sedikit uang receh.
"nanti kebiasaan tu para pengemis, nggak mau kerja", begitu kufikir.

tetapi semuanya berubah. ketika kusadari, bahwa sebagai seorang muslim tak seharusnya membiarkan ilmu keislamanku tak berkembang sedikitpun. kembali kubuka kumpulan buku yang ada di rak ruang tamu yang sudah berdebu. ensiklopedi nabi Muhammad SAW.

sudah hampir 5 tahun buku itu tak pernah kusentuh. mamaku yang sengaja membelikannya untukku dan adikku. sungguh, aku baru menyadari bahwa istri nabi Muhammad itu ada 11 atau bahkan ada yang mengatakan 12 orang. hal tersebut sempat membuatku tercengang. Kemana saja aku selama ini, karena yang aku tahu hanya 4 orang istri Rasul. itupun aku hanya tahu 2 orang, Khadijah dan Aisyah.

Salah seorang istri Rasul yang ke-7 bernama Zainab binti Jahsy memiliki  sifat yang sangat dermawan. berikut salah satu kisahnya...
Setelah Rasulullah wafat, Zainab konsisten untuk tetap tinggal di rumahnya untuk beribadah kepada Allah.
Dia mengalami masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Khalifah Umar bin Al-Khatthab., Umar kerap memberikan tunjangan hidup kepada setiap istri Rasulullah sebanyak dua belas ribu Dirham.

Ketika Ummul Mukminin Zainab menerima tunjangan itu dari Umar, dia tidak menyisakan satu Dirham pun untuk dirinya. Dia menginfakkannya secara keseluruhan kepada kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Suatu ketika Umar bin Al-Khatthab mengirimkan kepadanya harta dalam jumlah banyak. 
Zainab lalu berkata, “Semoga Allah mengampuni Umar. Ummahatul Mukminin selain aku, lebih dermawan dalam membagi-bagikan harta ini.” 
Dikatakan kepadanya, “Semua harta ini untukmu.”

Zainab kemudian berkata, “Mahasuci Allah Yang Maha Agung.” 
Dia lalu menutupi harta itu dengan sebuah kain. 
Dia berkata, “Bungkuslah dengan kain.” 
Dia lalu menyuruh Barzah binti Rafi’, sembari berkata, “Wahai Barzah, masukkan tanganmu, lalu ambillah segenggam darinya dan bawalah kepada Fulan, kemudian kepada Bani Fulan.”

Zainab kemudian menyebutkan orang-orang dari kerabatnya, anak-anak yatim yang dikenalnya, dan orang-orang miskin. 
Barzah binti Rafi’ berkata, “Semoga Allah mengampuni dosamu, wahai Ummul Mukminin. Demi Allah sesungguhnya kita memiliki hak dalam dirham-dirham itu.” 
Zainab berkata, “Apa yang ada di bawah kain itu adalah milik kalian.”
Barzah berkata, “Kami lalu menghitung harta itu dan kami mendapatkannya sejumlah 1285 Dirham.” 
Zainab kemudian mengangkat tangannya ke langit dan berkata, “Ya Allah, semoga aku tidak lagi mendapatkan pemberian Umar setelah tahun ini.” 
Allah mengabulkan doa kezuhudannya, dan dia pun wafat pada tahun itu.

setelah membaca hal itu, membutaku tersadarkan. Kita sesama makhluk Tuhan di dunia, tak sewajarnya berbahagia di atas penderitaan orang yang ternyata saudara kita masih ada yang kelaparan. berikanlah mereka makanan seperti apa yang kita makan. dan semua itu kembali lagi pada niat kita, mendapat ridha-Nya. 
Bukan melihat dari, "ahh dia sudah banyak menerima uang dari orang-orang yang lewat ada di depannya". Atau "ahh dia nanti jadi kebiasaan"

tetapi semuanya kembali dari hati kita, bersedekahlah kalian baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi, Seperti pada Q.S.2:274

cerita ini aku buat tanpa mengurangi esensi yang ada di dalamnya..

misteri di Eropa

beberapa hari yang lalu aku ngotot banget pengen nonton 99 cahaya di langit eropa. udah janjian kesana kemarin mau nonton, ehmm... bukan karena apa2. mungkin lebih dikarenakan teman2ku yang lain berceloteh bahwa film nya keren banget.
tapi, saat itu aku berfikir. aku adalah salah seorang penikmat novel. aku lebih suka baca novelnya dulu, baru nonton filmnya.

sampai detik ini aku belum sempet nonton juga. tapi, sore kemarin kusempatkan berburu novelnya di salah satu toko buku murah di jogja. shopping, demi untuk membacanya.
tak kusangka, isi novelnya lebih pada sejarah islam. Tepatnya dahulu pernah berjaya di Eropa, dengan segala seluk beluk dan detailnya membuatku berdecak kagum, atau bahkan hampir meneteskan air mata#lebay

Tapi sungguh, mungkin aku yang tersadarkan. Tentunya ilmu Islamku, sejarah tentang Islamku yang bisa dikatakan kurang (cethek), apalagi perkembangan di Eropa sana.

Salah satu rahasia yang masih membuatku bertanya-tanya dan penasaran sampai sekarang.

dari novel itu, diceritakan pada lukisan bunda maria dengan bayi yesus yang digendongnya. apa kau tahu?

Hijab yang dipakai bunda maria ada sesuatu yang berbeda. Hijab yang dipakainya, di bagian pinggirnya, bertuliskan semacam arab gundul. ohh, hal itu adalah tulisan pseudo kufic, yang pernah diteliti oleh Arab World Institute. Tak hanya di lukisan, di patung-patung religius bahkan di dinding gereja. Kalian boleh percaya atau tidak, tulisan yang ada di hijab bunda Maria
adalah tulisan 'Laa Ilaa ha Illallah'




Aneh bukan? setelah ditelusuri, hal ini adalah suatu unsur ketidak sengajaan? how come?
Pada awal abad ke-12 saat peradaban Islam maju, bersamaan dengan pasca perang salib, mobilitas manusia begitu besar. Orang2 eropa menyebarluaskan berita hasil tenun indah dan tekstil buatan orang-orang muslim yang berkualitas, dengan corak warna berbagai macam dan membawanya sampai Eropa.

Dan semua itu tak lepas dari pahatan yang bertuliskan kalimat  'Laa Ilaa ha Illallah'
Semua pemahat serta pelukis gambar bunda maria dengan bayi Yesus itu menggunakan lafal Al-Qur'ani dalam coretannya tanpa tahu artinya. Itulah mengapa tulisan itu tampak kurang begitu sempurna.

Kebetulan sekali, ketauhidan manusia bisa muncul di patung dan lukisan mosaik2 Katolik di gereja2 eropa.
sungguh, aku justru ingin mengamatinya secara langsung.

Tak hanya itu, banyak misteri di balik kejayaan Eropa sekarang, bangunan2 modern, napoleon bonaparte seorang muslim, yang kemudian memerintahkan untuk membangun bangunan piramid-louvre-la defense-arc de Triomphe du Carrousel-champ Elysees bila ditarik garis lurus akan mengarah ke tenggara, kenapa? lihatlah patung quadratiga, apabila ditarik garis lurus akan menembus benua lain, dalam satu titik menuju arah Mekkah! arah paling istimewa bagi seluruh muslim di dunia.
Tak ada yang pernah tahu maksud hati seorang manusia, karna memang keislamannya tak diekspos.
untuk lebih lanjutnya, lain kali aku bagi lebih detail yaa :)

Atau bahkan cerita mengenai cordoba, city of the lights dimana the mosque catedral menjadi sebuah gereja di Madrid. Sebuah mihrab di dalam Mezquita dijeruji besi, karna tak lagi digunakan untuk sholat.


banyak yang ingin kubagikan pada kalian, begitu detail dan menambah ilmu pengetahuanku mengenai sejarah Islam di Eropa.
Mungkin besok, banyak yang kucatat dalam memoku sementara , juga melengkapi referensiku tentang misteri2 di dunia ini tentang islam.

Aku hanya ingin berbagi hal yang bermanfaat dengan kalian. termasuk mempelajari Islam lebih banyak lagi.
Allahu akbar!

Senin, 06 Januari 2014

man and woman , part 2

Perempuan memang diberi kemampuan dan keterampilan linguistik dan verbal yang lebih baik daripada laki-laki. Tidak heran, bila perempuan lebih senang berbicara. Namun kepandaian berbicara perempuan ini menjadi masalah bagi laki-laki.
“heh!! Kalian ini berisik sekai sih!!”,ujar Jojo.
“Yeee...biarin kenapa? Sirik banget!”, ujar Rini.

Begitulah tanggapan seorang laki-laki bila mendengar keributan seorang perempuan bila sudah bertemu teman-temannya. Yeaay, karena suaranya yang begitu keras membahana sampai seluruh dunia mungkin.
Atau seringkali kita melihat ibu-ibu di kompleks perumahan bila sudah keluar rumah dan membeli sayuran di depan bisa sampai berjam-jam hanya untuk mengobrol. Hal itu pula mengapa bila ibu-ibu arisan diadakan, sedangkan tak ada yang namanya arisan untuk bapak-bapak. Yah, untuk keperluan dan kesenangan para wanita untuk menyalurkan keinginan mereka. Mungkin beda halnya dengan laki-laki yang berkumpul bersama teman-temannya dengan jadwal ronda yang juga diisi dengan mengobrol. Namun intensitas waktu wanita berbicara lebih tinggi daripada laki-laki.

Karena itu, laki-laki sering mengatakan wanita itu cerewet dan mereka kurang sabar untuk mendengarkan. Laki-laki yang bijak hendaknya memahami dan menerima sifat kelebihan khas perempuan ini. Apalagi setelah ia menjadi suami istri, sebab memperlakukan istri dengan baik adalah kewajiban seorang suami (QS.[4]:19). Dan ini mencakup bergaul dengan baik, bermuka ramah, dan mau mendengarkan ceritanya.

Bukhari meriwayatkan suatu episode rumah tangga nabi ketika Aisyah beceritan tentang 11 orang wanita yang menceritakan detail sifat-sifat suami mereka masing-masing. Dalam hadis ini seorang wanita bercerita tentang suaminya “Suamiku punya segala macam penyakit”, ada pula yang menceritakan “Suamiku kalau masuk rumah seperti macan dan keluar rumah seperti singa”. Ada juga yang memujinya. Namun Nabi Saw. Selalu mendengarkan cerita Aisyah sampai ia menceritakan wanita ke 11.


Lihatlah kelembutan sikap Nabi Saw. Sebagai suami yang sabar mendengarkan istrinya. Sebagian suami mungkin menyuruh istrinya diam dan mengatakan “Diamlah! Diamlah !”, seolah-olah istrinya tidak ada artinya. Kehidupan dalam berkeluarga tidak akan tentram apabila seperti ini, karena dalam berkeluarga haruslah ada sikap saling menghormati dan menghargai.

sebagian sumber diambil dari ensiklopedi Muhammad SAW sebagai suami dan ayah